Strategi Ampuh Menjadi Developer Properti Syariah

Untuk sukses sebagai Developer Syariah ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi dalam mengembangkan dan menjual perumahan:

  1. Periksa Kelengkapan Legalitas
    Urusan legalitas harus ditempatkan dalam urutan nomor satu dalam hajatan bisnis developer property, tak peduli apakah pola bisnis syariah atau konvensional yang dipilih. Jika legalitas bermasalah bisa dipastikan untuk melangkah ke tahap selanjutnya akan terkendala
  2. Lakukan Splitzing/Pemecahan Sertifikat
    Pemecahan sertifikat dilakukan setelah siteplan disetujui. Sertifikat yang sudah pecah masing-masing unit akan memberikan kepercayaan lebih bagi konsumen dalam membeli disamping membuat kita lebih mudah dalam hal pengajuan IMB.
  3. Pastikan Perijinan Lengkap
    Untuk membangun suatu proyek perumahan, cukup panjang jalan yang harus dilalui oleh developer dalam memperoleh perijinan. Pada tahapan awal diperlukan Ijin Lokasi, kemudian dilanjut dengan Ijin Pemanfaatan Tanah (IPT) dan lain-lain persyaratannya, seterusnya pengajuan dan pengesahan siteplan dan akhirnya bermuara kepada terbitnya IMB induk dan IMB pecahan.
  4. Sediakan Dana yang Cukup untuk Mulai Membangun Proyek
    Jika penjualan rumah dengan pola kredit ke developer, pastikan kita memiliki dana yang cukup untuk menjamin kelancaran pembangunan unit rumah dan fasum fasosnya. Dana ini bisa didapat dari pembayaran uang muka konsumen atau sumber lain. Jangan sampai anda kehabisan nafas, cash flow terganggu dan proyekpun berhenti berdenyut.
  5. Uang Muka harus Sanggup Membiayai Pembangunan Fisik
    Jika kita tidak memiliki uang yang cukup untuk membangun unit rumah usahakan cicilan yang mulai dibayar oleh konsumen sanggup membangun fisik rumah terlebih dahulu. Uang muka konsumen sebesar tigapuluh persen biasanya sudah sanggup membiayai pembangunan rumah sampai selesai.
  6. Kualitas Bangunan harus Dibuat Sebaik Mungkin
    Supaya pembeli puas ketika tinggal di rumah mereka. Rasa puas mereka akan memberikan kepuasan tersendiri juga kepada kita sebagai developer. Selain bangunan rumahnya yang harus dibuat sebagus mungkin kualitasnya, mutu pengerjaan fasum dan fasos juga musti bagus tidak mengecewakan.
  7. Penuhi Semua yang Tertuang dalam Perjanjian
    Seluruh aspek pembelian rumah tertuang dalam perjanjian dalam bentuk Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Dalam PPJB dituangkan segala hal yang berhubungan dengan rumah yang menjadi objek perjanjian, seperti spesifikasi teknis dan lamanya waktu pengerjaan yang berujung kepada jadwal serah terima. Kita harus menepati janji dalam hal spesifikasi teknis yang berwujud berupa kualitas bangunan dan waktu serah-terima yang disepakati dalam perjanjian. Nggak boleh nyuri-nyuri spek dan molor ya.
  8. Bertanggungjawab Terhadap Hasil Pekerjaan
    Jika ada kerusakan terhadap rumah dan fasum fasosnya developer harus secepatnya melakukan perbaikan sebagai bentuk rasa tanggungjawab terhadap pekerjaan. Karena banyak kejadian bahwa perumahan mengalami banyak kerusakan setelah diserahterimakan. Developer lepas tangan sehingga perumahan menjadi seperti tidak terurus. Jalan rusak di sana sini, saluran mampet sehingga menimbulkan genangan saat musim hujan, dan lain-lain.
  9. Bentuk Superteam bukan Superman, because Superman is Dead
    Koordinasi antar tim dalam organisasi kerja harus terjalin dengan baik sehingga tidak terjadi kesalahan informasi dan komunikasi. Masing-masing divisi sudah mengerti tugas dan tanggungjawabnya. Tim marketing sudah mengerti job description-nya, begitu juga divisi produksi.

Bagian administrasi dan keuangan juga tahu bagaimana mengerjakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Dengan adanya pemahaman terhadap tugas dan kewajiban masing-masing ditambah dengan saling berkoordinasi, maka suasana proyek akan kondusif dan proyek akan berjalan lancar dan Insya Allah sesuai dengan target yang ditetapkan.

Demikian beberapa kondisi yang harus dipenuhi jika anda ingin menjadi pengembang properti syariah.
Sumber : asriman.com

Published
Categorized as Tips

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *