7 Etika Bertetangga ala Rasulullah

Tetangga adalah sosok yang akrab dalam kehidupan kita sehari-hari. Tak jarang, tetangga kita lebih tahu keadaan kita ketimbang kerabat kita yang tinggal berjauhan.

Saat kita sakit dan ditimpa musibah, tetanggalah yang pertama membantu kita.

Tak heran, jika Islam begitu menekankan kepada kita untuk berbuat baik kepada tetangga, karena dampak hubungan yang harmonis antar tetangga mendatangkan maslahat yang begitu besar.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya.” (HR Bukhari-Muslim).

“Dan berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya engkau menjadi seorang Muslim.” (HR Ibnu Majah).

Ada beberapa etika dan adab pergaulan dengan tetangga yang selayaknya kita perhatikan diantaranya :

  1. Mencintai kebaikan untuk tetangga kita sebagaimana kita menyukai kebaikan itu untuk diri sendiri.
  2. Bergembira jika tetangga kita mendapat kebaikan dan kebahagiaan, serta menjauhi sikap dengki.
  3. Saat musibah melanda tetangga sebisa mungkin kita membantunya, baik bantuan materi ataupun dukungan moril. Menghibur dan meringankan beban penderitaannya dengan nasihat, tidak menampakan wajah gembira tatkala dia dirundung duka. Menjenguknya ketika sakit dan mendoakan kesembuhan untuknya serta membantu pengobatannya bila memang dia membutuhkannya.
  4. Menghindari sikap yang dapat menyebabkan tetangga kita merasa tersakiti, baik berupa perbuatan ataupun perkataan. Contohnya, mencela, membeberkan aibnya di muka umum, memusuhinya, atau melemparkan sampah di muka rumahnya sehingga menyebabkan ia terpeleset ketika melewatinya, dan jenis gangguan lainnya.
  5. Kunjungilah tetangga pada hari raya dan sambutlah undangannya jika dia mengundang kita. Pesan Rasulullah, “Hak Muslim atas Muslim yang lain ada lima; menjawab ucapan salam, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang yang bersin.” (HR Bukhari).
  6. Bersikap toleran kepada tetangga selama bukan dalam perkara maksiat. Mendidik keluarga kita untuk tidak berkata-kata keras atau berteriak-teriak sehingga mengganggu tetangga. Tidak mengeraskan suara radio atau televisi hingga mengusik ketentraman tetangga, terutama pada malam hari. Sebab, mungkin diantara mereka ada yang sedang sakit, lelah, tidur atau mungkin ada anak sekolah yang sedang belajar.
  7. Hendaklah kita tidak bersikap kikir terhadap tetangga yang membutuhkan bantuan, selama kita bisa membantunya. Rasulullah berpesan, “Janganlah seorang diantara kalian melarang tetangganya untuk meletakkan kayu di tembok rumahnya.” (HR Bukhari).

Nah itulah beberapa etika bertetangga. Sudahkah anda melakukannya ?

Sumber : umrotix.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *