Mengenal Sunset Property & 4 Ciri-cirinya

Sebelumnya kami telah membahas mengenai sunrise property, namun ternyata ada juga istilah sunset property.

Apa itu Sunset Property?

Mungkin istilah sunset property masih sedikit asing di telinga. Sunset Property adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan kawasan perumahan dan bisnis yang sudah tidak berkembang.

Bahkan banyak dari penghuninya yang sudah meninggalkan kawasan tersebut.

Kawasan sunset property pada awalnya adalah kawasan yang strategis untuk dihuni dan berbisnis.

Namun karena semakin banyak kawasan baru yang lebih strategis dan lebih potensial membuat kawasan sunset property ini mulai ditinggal dan tidak diminati oleh banyak orang yang pada akhirnya kawasan ini menjadi sepi.

Terdapat beberapa ciri dari sunset property yang harus anda perhatikan sebelum memilih, antara lain:

1. Usia Kawasan yang Sudah Tua

Ini adalah ciri pertama yang mudah dijumpai oleh Pins bila melihat sunset area.

Biasanya usia bangunan telah lebih dari 20-30 tahun. Selain desain yang sudah usang, bangunan yang sudah tua dan tidak lagi menarik.

Hal tersebut yang membuat kawasan sunset property semakin ditinggalkan peminat.

2. Aktivitas Ekonomi Menurun

Ciri kedua yang cukup mencolok dari sunset area adalah aktivitas ekonomi yang cenderung lambat atau bahkan menurun.

Sedikitnya jumlah masyarakat yang bermukim di daerah sunset, aktivitas hanya terjadi di strata kelas rendah seperti pedagang kaki lima.

Sebagai contoh, dulu Jalan Lada di Kota Tua dikenal sebagai pusat bisnis dan perputaran ekonomi yang deras di Jakarta.

Tetapi, kawasan ini semakin menurun statusnya karena banyak pelaku bisnis yang berpindah ke area yang lebih baru dan potensial.

3. Nilai Properti Turun

Nilai jual properti sangat sulit untuk meningkat walau sudah melalui proses renovasi karena pasar properti yang lain sudah lebih baru dan strategis.

Harga properti di sunset semakin lama semakin sulit naik. Bahkan harga jualnya cenderung sangat murah karena berbagai masalah yang timbul seperti rawan banjir, longsor atau kebakaran.

4. Lokasi dan Tata Letak Tidak Strategis

Tata letak bangunan yang kurang sinkron, seperti membangun perumahan dekat dengan tempat pembuangan.

Ruko yang tersedia di kawasan sunset yang seharusnya jadi sarana jual-beli, banyak beralih fungsi sebagai gudang penyimpanan karena kurang dimanfaatkan.

Ditambah lagi, akses transportasi umum seperti KRL, Transjakarta, dan angkutan umum lainnya cukup sulit untuk dijangkau.

Sumber : pinhome.id

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *