Anda Harus Tahu! Fakta Properti Syariah Agar Tidak Tertipu

Karena memiliki banyak peminat dan penjualan properti syariah yang menggiurkan, akhir-akhir ini banyak oknum yang tidak bertanggung jawab menipu konsumen berkedok menjual properti syariah.

Tentu saja, Anda harus berhati-hati agar tidak menjadi korban selanjutnya.

Nah, untuk kami bakal kasih tahu mengenai fakta-fakta properti syariah yang sah dan benar.

1. Tidak Ada Pihak ke-3

Jika Anda membeli rumah KPR di perumahan maka ada baiknya cek terlebih dahulu developer-nya.

Tanyakan apa mereka bekerjasama dengan pihak bank dalam proses cicilan rumah.

Jika iya, maka Anda patut curiga karena dalam perumahan syariah, developer hanya melibatkan 2 pihak tanpa ada keterlibatan dari bank.

2. DP yang besar

Properti syariah tidak pernah menawarkan pembayaran DP rendah untuk kepemilikan sebuah rumah atau tanah.

Rata-rata DP properti mulai dari 30% – 50% jika Anda menginginkan serah terima rumah lebih cepat.

Tapi saat ini ada juga pengembang menawarkan DP ringan 10% atau cicilan 24x tapi dengan beberapa konsekuensi.

Untuk DP ringan 10%, proses serah terima akan lebih lama karena harus menunggu DP lunas terlebih dahulu.

Untuk cicilan ringan tersebut pun hanya tersedia di beberapa developer saja.

Jadi, jika Anda tergiur ada yang menawarkan DP ringan dan proses serah terima cepat.

Maka, kemungkinan itu adalah penipuan.

3. Cicilan yang singkat

Siapa sih yang ingin terlibat cicilan panjang dan tidak berkesudahan? Hal ini juga berlaku dalam pembelian properti syariah di mana dalam proses pengambilan cicilan KPR syariah maksimal 10 tahun.

Tentu saja berbeda dengan cicilan bank konvensional dan bank syariah yang masa cicilannya bisa sampai 20 tahun.

4. Pengajuan dan kepemilikan yang mudah

Dalam syarat pengajuan KPR dengan konsep syariah tentu jelas lebih mudah dan cepat.

Anda sudah dapat memiliki rumah atau mengikuti skema cicilan tanpa perlu repot untuk BI checking.

Anda juga bisa memiliki rumah meskipun histori keuangan Anda buruk, asalkan ada perjanjian dalam pelunasan di awal.

Sedangkan untuk bank konvensional dan bank syariah, Anda harus melengkapi banyak syarat dan dokumen termasuk BI checking.

Jika ditemukan masalah pada keuangan Anda, maka penganjuan KPR akan ditolak.

5. Legalitas yang jelas

Properti syariah memiliki proses dan aturan yang lebih ketat dibandingkan bank syariah dan bank konvensional.

Karena memang sistemnya tanpa riba dan sita. Setelah pembayaran DP kepada developer syariah, Anda memiliki hak untuk melihat legalitas rumah atau tanah.

Penting untuk mengecek izin pembangunan, sertifikat Hak Guna Bangunan, peruntukan lahan, kepemilikan tanah hingga reputasinya.

Jika pihak developer tidak mau menunjukan legalitas di atas dengan berbagai alasan, maka Anda patut waspada.

Semoga informasi ini bermanfaat ya untuk anda yang ingin membeli properti syariah.

Sumber : rumah123.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *