5 Sertifikat Rumah & Properti yang Sah

Sebelum membeli sebidang lahan, penting untuk mengetahui jenis sertifikat tanah yang berlaku di Indonesia.

Hal ini dimaksudkan, agar kita sebagai konsumen tidak tertipu saat melakukan transaksi jual beli tanah.

Dengan adanya sertifikat ini, anda dapat mengetahui hak kepemilikan yang sah atas sebidang lahan.

Lebih dari itu, sertifikat tanah juga bisa menjadi acuan terhadap legalitas lahan yang akan anda beli.

Untuk anda yang ingin mendirikan bangunan atau mengajukan pinjaman ke bank, sertifikat tanah juga sangat diperlukan.

Perlu diketahui bahwa sertifikat tanah terdiri atas macam-macam sertifikat, masing-masing memiliki fungsi dan kegunaannya tersendiri.

Agar tidak keliru saat bertransaksi jual beli lahan, berikut jenis jenis sertifikat tanah yang perlu anda ketahui.

1. Sertifikat Hak Milik

Ya, betul SHM singkatan dari Sertifikat Hak Milik, anda patut berbangga hati apabila memilikinya.

Pasalnya, jenis surat tanah yang satu ini merupakan sertifikat tertinggi dan paling kuat di mata hukum.

Seperti namanya, pengertian SHM ialah dokumen yang menunjukkan bukti kepemilikan yang sah dan valid atas sebidang tanah.

Owner sertifikat hak milik tanah dan bangunan ini memiliki hak penuh untuk mengelola, serta memanfaatkan tanah sesuai yang diinginkan.

Jika sewaktu-waktu terjadi sengketa, maka pemilik SHM tanah yang paling berhak atas lahan tersebut.

2. Sertifikat Hak Guna bangunan

Kepanjangan SHGB ialah sertifikat hak guna bangunan, ya meskipun terdapat kata bangunan di sini, SHGB termasuk salah satu macam sertifikat tanah.

Para pemegang SHGB biasanya memanfaatkan lahan tersebut untuk mendirikan bangunan atau keperluan lainnya.

Pemberian hak tersebut juga dibatasi jangka waktu tertentu, biasanya sertifikat hak guna bangunan akan habis selama 30 tahun.

Jika jangka waktu pemberian haknya habis, maka dapat diperpanjang kembali untuk waktu 20 tahun ke depan.

3. Sertifikat Tanah berbentuk Girik

Perlu diketahui bahwa girik sendiri sebenarnya bukan tergolong jenis sertifikat tanah.

Girik adalah bukti surat pembayaran pajak atas lahan, yang menjadi bahwa seseorang telah menguasai sebidang lahan.

Lahan dengan status girik adalah lahan bekas hak milik adat, yang belum didaftarkan di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dibanding jenis surat kepemilikan tanah lainnya, status hukum girik tergolong cukup rendah atau tidak kuat.

4. Akta Jual Beli (AJB)

Akta Jual Beli (AJB) adalah akte otentik yang berlaku sah secara hukum negara melalui Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau Notaris.

Transaksi yang tertuang dalam AJB adalah pengalihan hak dari penjual atau pemilik kepada pembeli sesuai yang tercantum dalam Undang-Undang Pertanian dan Agraria.

5. Sertifikat Hak Milik satuan Rumah Susun

Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS) adalah bukti sahih atas kepemilikan sebuah unit dalam suatu apartemen atau rumah susun.

Sumber : Google

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *