Jangan Sampai Menyesal! Inilah Manfaat KPR Syariah

Mengingat rumah termasuk dalam kebutuhan hidup manusia yang memerlukan uang dalam jumlah yang tidak sedikit.

Kredit kepemilikan rumah atau KPR menjadi salah satu produk keuangan yang paling banyak diminati nasabah hingga saat ini.

Sebagaimana produk keuangan serupa, KPR dibagi menjadi KPR syariah dan KPR konvensional.

Kendati demikian, ada beberapa poin keuntungan yang membuat KPR syariah lebih diminati dibandingkan KPR konvensional.

Keuntungan-keuntungan tersebut dijabarkan dalam poin-poin sebagai berikut:

1. Tidak Mengenal Bunga

Ini dia keunggulan utama produk KPR syariah dibandingkan dengan KPR konvensional.

Coba bayangkan dan ingat-ingat kembali, berapa banyak kejadian nasabah yang merasa direpotkan dengan porsi bunga KPR konvensional yang (katanya) super-besar itu?

Nah, itu semua tidak akan kita temui saat mengajukan KPR syariah untuk mendapat rumah idaman.

Berhubung KPR syariah tidak mengenal pemungutan bunga, kita akan aman dan terbebas dari jerat yang dalam hukum syariah dinamakan riba.

2. Mekanisme Pembayaran Angsuran yang Lebih Menghargai Nasabah

Di sinilah kelebihan KPR syariah dibandingkan KPR konvensional. Kalau kita coba-coba membayar angsuran KPR lebih cepat dibanding tanggal jatuh temponya.

Risiko yang akan kita terima adalah sanksi administrasi berupa penalti. Namun, kita yang mendaftar produk KPR syariah tidak akan dikenakan penalti saat membayar angsuran lebih awal.

Atas pertimbangan tersebut, mekanisme pembayaran angsuran dari KPR syariah lebih dapat menghargai kemampuan finansial nasabah dibandingkan dengan KPR konvensional.

Selain itu, mengingat kecenderungan dominan orang saat ini yang berupaya membayar angsuran rumah terlebih dahulu dibandingkan semuanya.

KPR syariah yang tidak memberlakukan penalti pada pembayaran angsuran lebih awal jelas lebih menguntungkan dibandingkan KPR konvensional.

3. Kepemilikan Rumah Sesuai Akad Lebih Dapat Dinegosiasikan

Mengingat KPR syariah berbeda dengan KPR konvensional yang “segala sesuatunya harus diukur dengan bunga”.

Pembagian produk KPR syariah berdasarkan tingkat kepemilikan rumah nasabah dibandingkan dengan bank.

Dalam hal ini, kita bisa menentukan tingkat kepemilikan, yang kemudian disesuaikan dengan akad yang ada pada KPR syariah.

Beberapa akad KPR syariah tidak mengharuskan kita untuk benar-benar memutuskan pilihan pada rumah idaman awal, seperti pada akad sewa-beli atau Ijarah Muntahia Bittamlik (IMBT).

Berbeda dengan KPR konvensional yang sekalinya kita membayar angsuran atau uang muka, kita harus membayar seterusnya hingga lunas dan tidak punya pilihan untuk “pindah pilihan rumah di tengah jalan”.

KPR syariah memberikan kebebasan bagi kita untuk menegosiasikan pilihan rumah dengan bank, bahkan di tengah-tengah berjalannya pinjaman KPR.

Ketiga poin keunggulan kompetitif KPR syariah di atas membuat KPR syariah menjadi produk kredit perbankan yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan KPR konvensional.

Lagipula, KPR syariah lebih banyak mendukung tipe-tipe rumah masa kini, sehingga kita tidak akan rugi bila kita memilih KPR syariah untuk membantu pembiayaan cicilan rumah idaman kita.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang masih bingung ingin memilih KPR Syariah atau KPR Konvensional.

Sumber : simulasikredit.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *