Tips Memulai Investasi Syariah bagi Milenial dari Pakar IPB

Saat ini semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk melakukan investasi sebagai salah satu cara menumbuhkan pendapatan.

Banyaknya arus informasi seputar investasi cukup membuka mata milenial untuk berani memulai investasi, salah satunya instrumen investasi syariah.

Berikut tips memulai investasi syariah untuk milenial:

1. Tetapkan tujuan Investasi

Langkah pertama untuk memulai investasi syariah adalah menetapkan tujuan kamu berinvestasi, yakni apakah jangka pendek atau jangka panjang.

Pada setiap tujuan, tentu ada instrumen investasi yang dipilih. Instrumen investasi umumnya bisa berupa deposito, emas, peer to peer lending dan lainnya.

Selanjutnya, pilihlah instrumen yang sesuai dengan ketentuan syariah.

2. Mapan itu relatif

Selanjutnya, pahami kondisi kamu saat ini, seperti apa rencana-rencana dan target dalam hidup?

“Ini sangat penting agar keputusan investasi yang Anda lakukan betul-betul tepat dan membawa manfaat,” terang Irfan.

Ia menyarankan para milenial untuk berinvestasi dari sekarang. Tidak perlu menunggu hingga mapan, sebab menurutnya mapan itu relatif.

3. Kenali Risiko Investasi

Milenial bisa berinvestasi di sektor riil maupun sektor keuangan. Pelajari dan kenali risiko dari setiap instrumen investasi tersebut.

Irfan menyarankan jangan mudah tergiur dengan tawaran keuntungan, terlebih tawaran keuntungan berlipat dalam waktu singkat.

“Waspadalah terhadap tawaran investasi yang menawarkan keuntungan berlipat-lipat dalam waktu singkat,” paparnya.

Hal paling penting dari investasi yakni ketelitian. Calon investor harus mengetahui badan yang menjamin risiko kerugian.

Misalnya, perusahaan yang menawarkan investasi harus telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

4. Pilihlah investasi yang sesuai dengan kemampuan

Pilihlah jenis investasi yang sesuai dengan tujuan dan kemampuan secara finansial.

Hindari memaksakan sesuatu di luar kemampuan. “Mulailah dari nilai investasi yang sesuai dengan kantong Anda dan dari investasi yang paling Anda pahami serta paling mudah dilakukan,” saran Irfan.

5. Review secara Berkala

Selanjutnya, lakukan review secara berkala sebagai evaluasi atas keputusan investasi yang dilakukan.

Review ini tidak perlu dilakukan setiap hari. Lakukan misalnya setiap 3 bulan atau 6 bulan sekali. Lakukan tindakan perbaikan jika diperlukan.

6. Jangan malu bertanya

Sebagai investor pemula, baiknya tidak ragu bertanya kepada pihak yang dipercaya terkait dengan keputusan investasi beserta dengan dinamikanya.

Masukan mereka yang telah lebih dahulu berinvestasi merupakan input yang sangat berharga bagi para investor pemula.

7. Berbagilah

Irfan mengatakan, dari setiap harta yang kita miliki ada hal orang lain, yakni kaum duafa dan mereka yang membutuhkan.

Karena itu, jangan lupa untuk berbagi baik dalam bentuk zakat, infak, sedekah, maupun wakaf dari setiap hasil investasi yang diterima.

“Berbagai kepada sesama akan mengundang keberkahan dan mempererat persaudaraan,” terang Irfan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.
Sumber : edukasi.kompas.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *