Kenali 9 Macam Investasi Akhirat

Bukan hal yang mustahil jika kita ingin merasakan berkahnya hidup di dunia sekaligus sebagai bentuk persiapan diri saat di akhirat kelak.

Berikut ini adalah beberapa investasi akhirat yang bisa kita lakukan sejak masih muda sebagai bekal persiapan kita nantinya.

1. Investasi ilmu

Dalam hadits riwayat Muslim, disampaikan oleh Rasulullah bahwa ilmu adalah salah satu ladang amal yang pahalanya terus mengalir hingga kita meninggal dunia.

Ilmu juga menjadi hal yang selalu ditekankan dalam Islam, agar setiap muslim selalu mencari ilmu sampai ke liang lahat.

Dalam hadits yang lain, ilmu dan orang yang mengajarkan ilmu adalah seseorang yang berharga dan harus dihormati.

“Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu.” (HR Tabrani)

2. Investasi akhirat melalui profesi

Dari profesi yang kita lakukan di dunia hasilnya ada dua, yaitu harta dan manfaat bagi banyak orang.

Untuk itu, niatkanlah untuk mencari dan menjalankan profesi yang halal, sesuai dengan syariat Islam atau tidak melanggar ketentuan agama, sehingga hasilnya berkah.

Selain kita mendapatkan harta untuk hidup dan berbagi untuk sesama, namun kita juga bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya untuk orang lain.

3. Investasi keluarga yang bertaqwa

Dalam sejarah para Nabi dan Rasul di masa lalu, kita bisa mengetahui ada banyak sekali hikmah tentang keluarga di dalamnya.

Bagaimana dengan membangun keluarga yang baik, maka kehidupan pun akan baik.

Bahkan, Allah SWT pun memerintahkan kita untuk membangun keluarga yang bertaqwa dan taat kepada perintah-Nya.

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha: 132)

4. Investasi anak yang Shaleh

Seperti yang disampaikan dalam hadits riwayat Muslim, bahwa doa anak yang shaleh adalah menjadi amal jariah bagi orang tuanya.

Mendidik dan membesarkan anak bukan saja soal tanggung jawab, tapi investasi bagi kedua orang tuanya.

Jika berhasil dan membuat anak-anaknya menjadi anak yang bertaqwa, tentu besar jasanya dan amal jariahnya tidak terputus.

5. Investasi kesehatan

Dalam sebuah hadits disampaikan, “Orang yang berakal dan dapat mengendalikannya, seharusnya memiliki empat waktu: pertama, waktu untuk bermunajat kepada Allah;

Waktu untuk mengintrospeksi diri; ketiga waktu untuk memikirkan ciptaan Allah; keempat waktu untuk memenuhi kebutuhan jasmani dari minuman dan makanan.” (HR. Ibnu Hibban).

Kesehatan jasmani dan rohani adalah salah satu bentuk investasi akhirat yang juga bisa kita lakukan.

Tanpa kesehatan, kita tidak dapat menjalankan kehidupan di dunia untuk akhirat kita dengan baik.

Selain itu, jangan juga kotori dan rusak tubuh kita dengan makanan atau minuman yang tidak halal.

6. Investasi waktu dengan ibadah

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah SAW, pernah menasehati seseorang, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara:

(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, (5) Hidupmu sebelum datang matimu.”

Dalam Islam, waktu adalah hal yang sangat penting bahkan ia ibarat pedang yang bisa menghunus tubuh kita sendiri.

Untuk itu, investasikanlah waktu kita untuk ibadah karena hal tersebut bisa menyelamatkan kita di akhirat kelak.

Lakukan waktu luang kita untuk hal-hal yang bermanfaat dan tidak melahirkan kesia-siaan.

7. Investasi waktu untuk masyarakat

Dalam QS. Al-Baqarah ayat 30, Allah berfirman bahwa penciptaan manusia semata-mata untuk menjadi seorang Khalifah di muka bumi.

Khalifah artinya adalah pemimpin, pengelola, dan bertanggung jawab atas kehidupan sosial di dalamnya.

Manusia tidak hanya sibuk mengurus dirinya sendiri, namun juga harus ikut terlibat dalam pembangunan sosial dan alam.

Untuk itu, investasikanlah waktu kita untuk kehidupan akhirat dengan cara memberi manfaat sebanyak-banyaknya untuk masyarakat.

Misalnya saja dengan menjadi bagian dari sebuah gerakan sosial, menjaga keutuhan bertetangga, membangun fasilitas masyarakat dengan harta atau tenaga, serta kita juga bisa memaksimalkan pekerjaan atau profesi yang kita miliki untuk menjadi seorang Khalifah fil Ard yang membawa kesejahteraan.

8. Investasi harta dengan sedekah

Setiap manusia di dunia ini pasti membutuhkan dan mencintai harta yang mereka miliki.

Sayangnya, Allah memerintahkan manusia untuk menginfakkan sebagian hartanya atau mensedekahkan sebagiannya untuk orang lain yang membutuhkan.

“Perumpaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada tiap tangkai ada seratu biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 261).

9. Investasi akhirat dengan wakaf

Wakaf memang bukan amalan wajib dalam ajaran Islam. Tapi wakaf memiliki manfaat dan pahala yang sangat besar, karena termasuk dalam amal jariah.

Walaupun kita sudah tiada di muka bumi ini, pahala wakaf tetap bisa mengalir kepada kita selama manfaatnya masih dirasakan oleh banyak orang.

Seperti yang disampaikan dalam sebuah hadits, “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: Sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan.”.

Para ulama berpendapat bahwa sedekah jariah yang dimaksud dalam hadits ini adalah wakaf.

Sumber : tabungwakaf.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *